
Selama satu dekade terakhir, industri ritel furnitur telah melewati lanskap yang dinamis, ditandai oleh ketidakpastian ekonomi, perubahan kondisi pasar, dan selera konsumen yang terus berkembang.
Meningkatnya e-commerce, ditambah dengan permintaan yang kian besar untuk desain furnitur yang dapat disesuaikan dan modular, mendorong banyak pengecer untuk mengevaluasi ulang strategi operasional mereka. Untuk tetap kompetitif, semakin banyak bisnis yang beralih ke sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) sebagai landasan utama untuk merampingkan proses dan memenuhi ekspektasi pelanggan.
Transformasi Strategis
Didirikan pada tahun 1940, Brown Furniture di West Lebanon, N.H., telah melewati berbagai siklus ekonomi dan perubahan industri selama delapan dekade terakhir. Ketika Brad Nelson mengambil alih kepemilikan bisnis pada tahun 2018, ia segera menyadari perlunya pendekatan yang lebih modern dalam manajemen bisnis.
Saat itu, perusahaan mengandalkan sistem perangkat lunak usang yang spesifik untuk industri guna mengelola fungsi-fungsi penting seperti penghitungan biaya, inventaris, dan kustomisasi produk (termasuk kain, finishing, dan opsi nailhead). “Perangkat lunak tersebut tidak pernah diperbarui selama lebih dari 20 tahun,” jelas Nelson. “Itu sangat ketinggalan zaman dan menghambat kemajuan kami.”
Bertekad untuk melakukan modernisasi, Nelson menjelajahi pasar ERP dan akhirnya bermitra dengan Bresatech, mitra aliansi NetSuite, untuk mengimplementasikan NetSuite. Pengalamannya dengan platform tersebut, ditambah dengan kemampuan yang tangguh, menjadikannya pilihan ideal untuk mendukung operasi saat ini dan pertumbuhan di masa depan. Dalam waktu kurang dari setahun setelah mengadopsi NetSuite, Brown Furniture telah mulai melihat peningkatan yang signifikan:
1. Merampingkan Diferensiasi Produk dengan Konfigurasi Kustom
Sebelumnya, produk dari produsen seperti La-Z-Boy dikelompokkan di bawah satu ID produk, baik itu kursi malas yang dibuat sesuai pesanan maupun sofa sectional dengan fitur recliner bertenaga. Kurangnya diferensiasi ini membuat sulit untuk melacak variasi fitur produk seperti kain atau finishing.
Untuk mengatasi masalah ini, Bresatech menerapkan solusi kustom dalam NetSuite. Alih-alih mengubah ID item untuk setiap variasi, item inti ditetapkan untuk setiap produsen. Variasi dalam kain, finishing, atau atribut kustom lainnya dicatat sebagai opsi yang dikonfigurasi dalam item inti tersebut. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk secara akurat melacak dan menganalisis tren penjualan untuk setiap jenis produk, terlepas dari kustomisasi spesifiknya, sehingga memberikan wawasan yang lebih jelas tentang kinerja bulanan dan triwulanan.
2. Penetapan Harga Dinamis dan Pelabelan yang Ditingkatkan
Bagi showroom furnitur seperti Brown Furniture, kemampuan untuk menampilkan harga yang akurat dan dinamis sangatlah penting. Selain menampilkan harga jual saat ini, mereka juga perlu menonjolkan harga eceran yang disarankan oleh produsen (MSRP) pada label harga mereka. Untuk memenuhi kebutuhan ini, Bresatech melakukan kustomisasi NetSuite, memungkinkan tim dengan mudah memasukkan nilai harga baru ke dalam bidang khusus. “Fitur ini benar-benar mengubah permainan,” ujar Nelson, menyoroti dampaknya yang signifikan dalam merampingkan strategi penetapan harga mereka dan meningkatkan transparansi kepada pelanggan.
3. Manajemen Pesanan Pembelian yang Lebih Efisien
NetSuite telah memungkinkan Brown Furniture untuk secara efisien mengkonsolidasikan pesanan pembelian yang belum terselesaikan, sehingga tim dapat meninjau semua pesanan yang belum ditempatkan secara sekilas. Dengan mengelompokkan pesanan-pesanan tersebut ke dalam satu pesanan massal, mereka dapat merampingkan proses pengadaan dan mengurangi biaya pengiriman—keuntungan penting di tengah meningkatnya biaya transportasi. Kemampuan ini tidak hanya menyederhanakan interaksi dengan vendor, tetapi juga memperkuat pengendalian biaya dalam lanskap logistik yang semakin menantang.
4. Meningkatkan Keterlibatan Pelanggan dan Mendorong Penjualan
Dengan NetSuite, Brown Furniture kini memperkenalkan nomor stok unik untuk setiap produk yang mereka terima dan jual—fitur yang tidak dimiliki oleh sistem lama mereka. Peningkatan ini memungkinkan tim penjualan untuk melacak tren gaya secara real-time, memberikan wawasan berharga tentang preferensi pelanggan. “Kami dapat dengan cepat menghasilkan laporan, mengidentifikasi kain yang paling populer, dan menyesuaikan tata letak showroom kami untuk menampilkan item dengan penjualan terbaik,” jelas Nelson. Pendekatan berbasis data ini tidak hanya menarik minat pelanggan tetapi juga meningkatkan pengalaman belanja mereka, yang pada akhirnya mendorong peningkatan penjualan dan loyalitas terhadap merek.
5. Merampingkan Operasi Keuangan dengan Standarisasi
Salah satu keunggulan utama yang diapresiasi Nelson dari NetSuite adalah kemampuannya untuk mempercepat proses penutupan akhir bulan secara signifikan, mengurangi waktu dari 10 hari yang melelahkan menjadi hanya tiga hari. Selain itu, struktur keuangan standar platform ini, yang dibangun berdasarkan prinsip-prinsip GAAP, memastikan konsistensi dan akurasi dalam praktik akuntansi. “Semuanya terstruktur dan andal—bukan tambal sulam dari penyesuaian ad-hoc,” ujar Nelson. “Inilah yang saya inginkan untuk bisnis saya. Sistem berjalan dengan lancar tanpa perlu intervensi terus-menerus atau koreksi manual.”
Siap untuk Pertumbuhan: Pengecer Independen Terakhir yang Bertahan
Di tengah pasar yang semakin terkonsolidasi, Brown Furniture menonjol sebagai salah satu pengecer furnitur independen terakhir di wilayahnya. Dengan warisan yang telah berlangsung lebih dari 80 tahun, perusahaan ini tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang di tengah perubahan industri dan meningkatnya persaingan. Kini, di bawah kepemimpinan Brad Nelson, Brown Furniture sedang merancang langkah ambisius untuk masa depan. Rencana ekspansi fisik melalui pembukaan lokasi toko baru telah mulai digarap, dengan tujuan memperluas jangkauan dan basis pelanggannya.
Komponen penting dari strategi pertumbuhan ini adalah modernisasi operasi e-commerce. Seiring belanja online yang terus mendominasi, Brown Furniture memperkuat kehadiran digitalnya dengan tujuan menghadirkan pengalaman pelanggan yang mulus dan menarik. Pergeseran ini bukan sekadar respons terhadap tren pasar—melainkan langkah proaktif untuk menjangkau audiens yang lebih luas dan memenuhi ekspektasi konsumen modern.
NetSuite memainkan peran penting dalam mendukung inisiatif pertumbuhan ini. Dengan menyediakan platform terpadu yang mengintegrasikan manajemen inventaris, pemrosesan pesanan, data pelanggan, dan pelaporan keuangan, NetSuite memberikan alat yang diperlukan Brown Furniture untuk meningkatkan skala bisnisnya secara efisien. Wawasan data real-time dari sistem ini memungkinkan perusahaan untuk dengan cepat beradaptasi dengan kondisi pasar yang berubah, mengoptimalkan inventaris di berbagai lokasi, dan menyesuaikan penawaran online berdasarkan preferensi pelanggan.
Dengan kemampuan ini, Brown Furniture berada dalam posisi yang kuat untuk meraih peluang bisnis baru sambil mempertahankan komitmen terhadap layanan personal dan produk berkualitas. Saat memulai babak baru ini, perusahaan siap melanjutkan warisan kesuksesannya, memastikan semangat independennya tetap hidup untuk 80 tahun mendatang dan seterusnya.

